Kemarin (22 Des 08) itu, hari ibu entah apa yang dilakukan anak Extrai untuk ibu mereka. Tapi satu yang pasti WE LOVE OUR MOTHER.
Senin sore, all of the member of Extrai pada sibuk urus yel-yel. Masalah terjadi di mana-mana, sedikit-sedikit salah, nggak kompaklah, hujanlah, mejotzlah. Pokoknya ada saja hal kecil yang bakal jadi big bang. Keraguan menyelimuti kami, apa bisa Smansa Maros menang kalo kayak gini melulu? Makanya semangatko`!
Malamnya toh, alrm berbunyi di mana-mana tepat pukul tiga, satu doa kami panjatkan di setiap suasan hati yang berbeda. Extrai semangat, kekuasaan ada pada-Nya…
Esok harinya…
Ededeh kau tahu`mi itu Maros, katanya kumpul di mabes (Extrai Zone) paling lambat pukul 07.30, tapi ada yang kelewatan banget, dia datang pukul 08.30. Nnemi…nneee… Beside that, nggak semangatki. Kenapa Fren? Kita bertanding di MGH, dan kau tahu kan apa itu eM Gi icH? Makassar Golden Hotel dekatnya Losari Beach. Waktu kami masuk di hotel tersebut tampaklah wajah-wajah dari skul lain yang katro, friendly, sok + cuek, gokil… and so on. Oke kita ngaku deh kalo skul yang friendly tuh tentunya Smansa Maros (tidak sombooong), secara gitu loh dari Takalar, Athira, Chara, LPMP, Bajeng, Smuven semua kenal Smansa Maros. Kita sempat ngobrol + kenalan dengan beberapa diantara mereka dan responnya cukup lumayan, Extrai mampu mewarnai hati mereka (soknya mii).
JREENG…pengumuman empat besar sekolah yang bakal jadi finalis. Kak Vico pun memainkan kecerdasan linguistiknya untuk membuat para peserta penasaran. Tapi intinya moooo:
1. SMA Islam Athira
2. SMA Katolik Rajawali
3. SMA Negeri 1 Takalar
4. SMA LPMP kelas khusus
Jadi, maksudmu Smansa Maros nggak masuk final? Yah, memang kenataannya kayak gitu. Mau gimana lagi yang penting kita sudah merasakan masuk toilet hotel yang super duper buffer elit (Richy mengerti nih soal ini,Hhehe). Dan satu lagi yang nggak bisa didelete dari memori otaknya anak Extrai mandang laut dan bayangin kalau pulau dibelakang MGH suatu saat nanti bakal jadi milik anak Extrai. Disana bakal ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Bapak Bangsawan dan Om Teguh. Di dalam kastil kerajaan akan ada banyak ruangan yang nggak terduga, dan semua itu dirancang dan di desain oleh Sang Aswar. Ada beberapa ruangan rahasia yang dikendalikan dan dikotrol oleh Prof.Ochi, Prof. Matho, dan Prof. Rijal. Ketika kau menegelilingi kastil itu kau akan terkejut mendengar lantunan suara yang merdu yang nggak bakal tertandingi meski itu suara Celine Dion karena pastinya itu suara dari Chandra, Dian, dan Richy. Cut! Suara Iki sang sutradara bakal mewarnai kastil ini, begitupun dengan actor yang tak kalah serius Akhyar, Iccank, Sarma, Reni, Winda bakal merelease film layer lebarnya. Tapi awas, jangan terburu-buru dalam melangkah karena kau tak akan sadar bakal ada Nur, Nasri, dan Ani yang baru saja datang dari Hogwarts dengan sapu terbangnya. Kalo kamu pengen menciptakan ramuan-ramuan maka silakan belajar pada sang ilmuan hebat Wana, Rathu, dan Halim. Beside that, Bagus, Iqbal, dan Yasar akan mengamati keadaan ekonomi, politik, dan hubungan sosial yang terjadi di kastil ini. Sebuah rumah sakit yang terdiri dari ratusan kamar dengan peralatan medis yang tak dimiliki oleh negara mana pun dibantu oleh dokter ahli Arman, Ashar, Icha, Fatwal, Rifa, Alya, dan Lela. Dan jangan lupa meminum obat buatan apoteker Ayu, Erna, Rurah, dan Vivis. Dibalik itu semua, para pakar handal tersebut telah mendapat bimbingan keras dari sang guru Nia, Amel, Cenna and Ilho(Yah, Selamat Datang di dunia khayal dengan user name Extrai passwordnya Amin).
Halo, Extrai masih berdiri di atas keramik orange di hadapan matahari yang tinggal setengah. Tapi kok, Extrai kan nggak masuk final ngapain mondo` di MGH. Eitz, sabar cezt! Masih ada harapan The Big Yel-Yel belum diumumkan. Be Calm. Until seven o`clock kita liat ketegangan di dalam aula besar MGH, kan bosan tuh makanya beberapa diantara kami go out from there pengen nikmatin angina malam gitu. Sampai di luar, yang keadaanna romantis banget soalnya yang terlihat hanya lampu warna-warni yang mencoba memberi sedikit cahaya. Heh, ada sosok –mahluk tuhan yang paling seksi Hhhehe- yang datang kearah kami, mendekat dan perlahan semakin jelas. Dddorrr, Akhyar jie dengan Ilho…abis mukanya lebih serem dari pocong –peace,Man-. And the next buat nyairin suasana teman-teman buat versi baru dari video clip BCL, Pernah Muda. Hei disana disudut dekat kolam renang, ada bayangan aneh…Tiba-tiba bulu kuduk kami pada stand up please. Lariiiii…
Ah, ditemani Qtelanya Makassar kami mencoba mengusi ketakutan. Tapi, berhubung Kak Vico datang dan mau mengumukan sesuatu –kaaknya mau nembak anak Smansa nih…MAUNYA?- ketakutan itupun berubah mnjadi pengharapan (bukan berharap mau ditembak ya!)
“Dan… pemenang yel-yel terbaik jatuh pada……”
“Smansa…Smansa…Smansa…bleuplecleupleatr.@%6$*#”
“SMA NEGERI 1 MAROS…”
We are the champion… Kebahagiaan, haru, tawa, garam, merica, bawang, kemiri (Hhehhheaouwwhahwahw) menjadi satu dalam pengharapan atas hati yang awalnya terkikis oleh kekecewaan yang teramat sangat. Tiga jeti, Bo…Satu set computer, Man… Gimana nggak senang? Nggak sia-sia kerja keras kami, nggak sia-sia pengharapan atas kuasa Allah, nggak sia-sia kedatangan P`Dareng, B`Sri, B` Mawardi, B` Sriyanti…We enjoy it.
Kami pun pulang sekitar pukul 9 pake bus Pemda maros tentunya. Semua masuk, bertumpuk-tumpuk dngan alat musik, manusia-manusia, serta lelahnya seharian bertarung dan berjuang.
But unfortunately, ada bau hangus entah itu ada ang merokok atau cuma bau sate tapi yang penting bau hangus gitu. Dan mobil pun berhenti, kayaknya mau makan malam di bahu jalan nih. Tapi ada teriakan kalau mobil bakal meledak. Semua keluar dari mobil nggak peduli kalo tanahnya becek dan berbatu, yang penting jauh dari mobil. Beberapa detik, beberapa menit, bebrapa jam kemudian…Daripada begong dan duduk-duduk nggak jela mending memanfaatkan lampu merah, itung-itung nambah uang kas (Hei, ide gila macam apa tuh?). Setelah menghadapi hujan dan badai, melewati musim kemarau, kembali hujan, malam telah berganti siang dan kembali malam lagi –lebaih- akhirnya mobil selesai diperbaiki. Siiip berangkat, don`t forget say basmalah.
Ckkk..dorr…ngggngng…drekh..bukz..ngeong..zets…kiriiii
Extrai duluan nah, hati-hati. Assalamu`alaikum…
Aku melngkah pasti memikul berton-ton kenangan dari perjalanan 15 jam bersama Extrai. Mataku menerawang jauh masih memikirkan impian kami untuk memiliki pulau kecil yang akan mewarnai Indonesia menjadi Negara besar, karena di setiap hati kami terpahat sebuah klausa mulailah dari mimpi.(Za_F)
Minggu, 01 Februari 2009
The Colourfull of Extrai
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar